Apa Itu Waktu Bulan Terkoordinasi (LTC)?

Saat umat manusia bersiap kembali ke Bulan dengan program Artemis, satu tantangan kritis muncul yang jarang dipikirkan kebanyakan orang: jam berapa di Bulan? Pada 2 April 2024, Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih (OSTP) mengarahkan NASA untuk menetapkan standar waktu lunar terpadu yang disebut Waktu Bulan Terkoordinasi, atau LTC, pada akhir 2026.

Mengapa Bulan Membutuhkan Waktunya Sendiri

Di Bumi, kita mengandalkan Waktu Universal Terkoordinasi (UTC), yang dipelihara oleh jaringan lebih dari 400 jam atom di seluruh dunia. Satelit GPS, sistem keuangan, jaringan listrik, dan internet semuanya bergantung pada sinkronisasi presisi dengan UTC.

Bulan menghadirkan masalah unik. Karena medan gravitasinya yang lebih lemah, jam di permukaan Bulan berdetak sekitar 56,02 mikrodetik lebih cepat per hari Bumi dibanding jam identik di Bumi. Efek ini — diprediksi oleh teori relativitas umum Einstein — berarti relay sederhana waktu Bumi ke Bulan akan perlahan menyimpang dari jam lunar lokal.

Selama satu hari, 56 mikrodetik mungkin tampak dapat diabaikan. Tetapi untuk sistem navigasi, penyimpangan tersebut menghasilkan kesalahan posisi sekitar 16 meter per hari. Selama sebulan, kesalahan akan mencapai hampir 500 meter — cukup untuk membuat pendaratan presisi, navigasi rover, dan pewaktuan relay komunikasi tidak dapat diandalkan.

Cara Kerja LTC

Waktu Bulan Terkoordinasi akan dibangun berdasarkan prinsip yang sama dengan UTC tetapi diadaptasi untuk lingkungan lunar. Rencananya melibatkan penempatan jaringan jam atom di permukaan Bulan dan di orbit lunar. Jam-jam ini akan digunakan untuk menghitung rata-rata tertimbang yang mendefinisikan waktu lunar resmi.

LTC akan mempertahankan hubungan tetap dan terdefinisi dengan baik dengan UTC sehingga waktu dapat dikonversi secara mulus antara Bumi dan Bulan. Perbedaan utamanya adalah LTC akan memperhitungkan offset relativistik — penyimpangan kumulatif yang membuat jam lunar berjalan lebih cepat.

National Institute of Standards and Technology (NIST) menerbitkan kerangka kerja teknis pada Agustus 2024 yang menjelaskan model matematis untuk menurunkan waktu lunar dari koreksi relativistik terhadap UTC.

Upaya Internasional

Pewaktuan lunar bukan hanya proyek NASA. Komite Internasional PBB untuk Sistem Navigasi Satelit Global (ICG) membentuk kelompok kerja khusus pada 2024 untuk menstandarkan pewaktuan lunar secara internasional. Artemis Accords — ditandatangani oleh lebih dari 50 negara — mengakui perlunya sistem yang dapat saling beroperasi, dan referensi waktu bersama adalah fondasi untuk tujuan tersebut.

Badan Antariksa Eropa (ESA) juga telah mempelajari pewaktuan lunar sebagai bagian dari inisiatif Moonlight-nya, yang bertujuan menyediakan layanan komunikasi dan navigasi di sekitar Bulan.

Apa Arti LTC untuk Masa Depan

Waktu lunar yang terstandarisasi akan memungkinkan navigasi presisi untuk lander dan rover, penjadwalan komunikasi yang andal antara Bumi dan Bulan, koordinasi antar misi dari berbagai badan antariksa, dan akhirnya menjadi fondasi untuk pewaktuan di Mars dan seterusnya.

Simulasi Waktu Bulan Terkoordinasi yang ditampilkan di moontimenow.com menggunakan laju penyimpangan yang dipublikasikan sebesar +56,02 mikrodetik per hari, terakumulasi dari epoch J2000.0, untuk memperkirakan apa yang akan ditampilkan jam LTC resmi hari ini.